Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Manfaat Fitness untuk Hipertensi

Untuk memperbaiki fungsi tubuh yang sudah melemah atau tidak normal lagi, perlu kamu ketahui ternyata manfaat fitness untuk hipertensi itu sangatlah singkron dengan cara-cara memperbaiki fungsi jantung.Mengapa begitu? Karena cara-cara yang dilakukan salah satunya adalah fitness. Maka sangat meyakinkan jika manfaat fitness tersebut juga merupakan manfaat dari cara-cara memperbaiki fungsi jantung.


Manfaat Fitness untuk Penderita Hipertensi

Mungkin informasi ini dapat kamu gunakan untuk membantah orang-orang yang ada di sekitarmu jika mereka masih berpedoman kalau orang yang sedang menderita penyakit hipertensi tidak boleh berolah raga. 

Bahkan kadang ada pula yang menyumpah serapah siapa pun penderita hipertensi yang memiliki jadwal rutin berolah raga. Tentu tindakan semacam itu tidak bisa dibenarkan. Karena menurut beberapa ahli, malah justru olah raga secara rutin sangat dianjurkan bagi penderita penyakit ini.

Dan berikut ini manfaat fitness untuk penderita Hipertensi:

1. Memperkuat Fungsi Jantung

Secara normal memang fitness dan berolah raga sudah memiliki manfaat untuk memperkuat fungsi jantung. Hanya saja ada catatan khusus yang perlu kamu ketahui jika hal ini berkaitan dengan orang-orang penderita jantung.

Penderita hipertensi sendiri merupakan penyakit yang memang diakibatkan karena menurunnya fungsi jantung yang disebab oleh sebuah penyakit atau penyumbatan pembuluh darah.

Lah untuk itu, berarti untuk meningkatkan lagi fungsi jantung maka si penderita memerlukan olah raga. Maka konyol juga ketika ada orang yang melarang penderita jantung berolah raga.

2. Membantu Tubuh Meningkatkan Sirkulasi 

Selain lancarnya sirkulasi darah, di dalam tubuh juga memerlukan lancarnya sirkulasi oksigen yang menyebar luas ke seluruh anggota tubuh. 

Sirkulasi tersebut berguna menghindarkan tubuh dari beberapa penyumbatan sehingga organ tubuh berfungsi dengan sangat lancar. Lah untuk itu, fitness dan beberapa olah raga diperlukan bagi penyakit jantung yang sirkulasi oksigennya tidak lancar.

Perlu pembiasaan atau rutin berolah raga sesuai dengan kapasitas agar jantung tidak mengalami kerusakan yang semakin parah. 

3. Mencegah Terjadinya Penyumbatan Darah 

Penyumbatan darah di beberapa bagian juga merupakan salah satu faktor penyebab penyakit hipertensi. Darah yang tersumbat akan menghambat kinerja otot-otot serta saraf-saraf dan tentunya akan mengakibatkan cidera pada setiap bagian-bagiannya.

4. Menghilangkan Kolesterol dan Lemak Jahat

Apabila aliran darah yang menuju jantung terganggu, maka besar kemungkinan orang yang mengalami hal tersebut akan menderita penyakit hipertensi. Banyak faktor yang membuat aliran darah tidak sampai pada jantung.

Salah satunya mengeras atau menyempitnya pembuluh darah karena jumlah kolesterol yang tinggi di dalam darah. Kolesterol yang tinggi akan mengeraskan atau menecilkan pembuluh darah.

Masalah tersebut akan sangat berakibat fatal apabila tidak disegera ditangani dengan baik. Jangan main-main, komplikasi jantung dapat terjadi karena hal itu. Maka untuk itu, fitness atau berolah raga sangat diperlukan untuk membakar kolesterol-kolesterol dan lemak jahat.

Beberapa Tips Berolah raga bagi Penderita Penyakit Hipertensi 

Penderita penyakit hipertensi memang memiliki keterbatasan khusus. Kinerja jantung yang ada di dalam tubuh tidak berjalan dengan normal. Hal itu mengakibatkan para penderita hipertensi harus memilah-milah kegiatan apa saja yang boleh dilakukannya.

Karena hal itu sangat riskan bagi kesehatan jantungnya. Tidak boleh sembarangan melakukan kegiatan yang malah nantinya ditakutkan akan memperparah fungsi jantung. Untuk ada beberapa tips berolah raga yang perlu dipahami sebelum melakukan olah raga. Berikut tipsnya:

• Konsultasi dengan Dokter

Berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu merupakan langkah yang paling aman bagi kamu yang mungkin saat ini sedang menderita penyakit ini dan mempunyai keinginan untuk berolah raga.

Dengan berkonsultasi pada dokter, kamu dapat mengerti apa saja olah raga yang tepat untuk memulihkan kesehatanmu. Karena salah sedikit saja akan berakibat fatal. 

• Jauhi Latihan Isometrik

Latihan isometrik merupakan latihan yang bersangkutan dengan pelatihan otot. Misalnya peregangan dan pengencangan otot. Latihan tersebut tidak cocok bagi penderita penyakit jantung. 

Selain cara melakukannya memerlukan tenaga eskstra, penyakit ini juga memicu kerja jantung dua kali lipat dari biasanya. Jantung yang seharusnya bekerja lebih sedikit, malah diminta untuk kerja dua kali lipatnya, maka besar kemungkinan akan memperburuk jantung dari si penderita.

• Berolah ragalah di Rumah

Suhu lingkungan dapat mempengaruh kinerja organ tubuh manusia. Pengaruh ini memang tidak terlalu dirasakan bagi orang yang memiliki tubuh sehat. Namun untuk penderita penyakit-penyakit kronis, salah satunya penyakit jantung ini pengaruh tersebut sangat dirasakan.

Atas alasan itu, sebainya penderita penyakit jantung dianjurkan berolah raga di rumah. Suhu tubuh di luar rumah tidak bisa diperkirakan dengan akurat. Terkadang suhunya terasa sangat panas dan terkadang suhu terasa amat dingin.

Suhu lingkungan yang panas akan menganggu proses sirkulasi sehingga penderita akan merasakan sesak napas karena sulitnya bernapas. Sedangkan untuk Suhu yang dingin akan mengakibatkan si penderita mudah lelah.

• Mengontrol Cairan Tubuh

Cairan tubuh memang perlu diperhatikan bukan hanya bagi si penderita penyakit jantung saja, tetapi semua orang. Dehidrasi akan membuat tubuh terasa lemas dan mudah lelah. Bahkan kekebalan tubuh juga akan menurun.

Untuk itu mengontrol cairan tubuh sangat diperlukan. Jangan sampai kekurangan dan kelebihan. Jika cairan tubuh berlebih maka ditakutkan akan membuat jantung bekerja dua kali lipat lebih keras.

Sebenarnya banyak manfaat fitness untuk  remaja. Mulai dari manfaat fitness untuk hipertensi hingga yang lainnya. Untuk itu jaga selalu kesehatan tubuhmu.

Baca Juga : Manfaat Hand Grip Fitness dan Cara Menggunakannya



Posting Komentar untuk "Pentingnya Manfaat Fitness untuk Hipertensi"