Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Kesalahan Saat Menjadi Personal Trainer di Gym

Semua personal trainer pasti ingin tetap dipercaya oleh kliennya. Hal ini hanya bisa dilakukan jika trainer mampu menghindari kesalahan saat menjadi personal trainer di gym. Industri fitness ini mulai populer dewasa ini, sehingga ada baiknya jika trainer mumpuni di niche spesialisasinya.

Daftar Kesalahan Saat Menjadi Personal Trainer di Gym

1. Menjadi spesialis di semua bidang

Banyak trainer yang mengklaim bahwa dirinya menikmati peran sebagai trainer untuk banyak program. Mereka menilai bahwa banyak program membuatnya tertantang. Padahal sangat sulit untuk menjadi trainer dengan banyak spesialisasi karena artinya ilmu dasarnya tak begitu dalam. 

Pada kenyataannya, butuh banyak sekali waktu dan energi untuk menciptakan program yang berbeda yang sesuai dengan klien. Itu sebabnya, trainer yang bagus biasanya hanya memiliki 1 hingga 2 niche saja. Mereka benar-benar fokus untuk menjadi trainer yang sesuai dengan spesialisasinya saja.

Seorang trainer yang memang mumpuni juga memegang sertifikasi di industri fitness. Pastikan kamu terhindar dari trainer yang memiliki kesalahan saat menjadi personal trainer di gym. Tanyakan apa yang menjadi spesialisasinya sehingga programmu berjalan dengan baik.

2. Melewatkan asesmen klien

Seorang trainer juga perlu melakukan asesmen dengan klien. Isi asesmen di antaranya adalah mengumpulkan informasi tentang kondisi kesehatannya saat ini dan rekam jejak penyakitnya. Setelah itu, trainer perlu memilih program yang tepat berdasarkan informasi tersebut.

Asesmen adalah hal yang penting dan tak boleh dilewatkan. Meski antara satu klien dengan kliennya memiliki program fitness yang sama, bukan berarti perlakuannya juga sama. Sebagai trainer, tentu saja harus bisa mengetahui workout mana yang harus dijalani dan tidak.

Trainer yang memiliki banyak klien cenderung melakukan kesalahan saat menjadi personal trainer di gym yang satu ini. Mereka cenderung tidak fokus menangani kliennya. Mereka yang mumpuni akan melakukan asesmen, mencatat progress, dan mencatat data tertentu di setiap sesi workout.

3. Tidak mencatat progress

Banyak trainer yang melakukan kesalahan saat menjadi personal trainer di gym karena tak mencatat progres kliennya. Padahal hal ini tugas utama seorang personal trainer. Umumnya ini terjadi karena mereka terlalu banyak klien sehingga hal ini diabaikan.

Setiap program exercise membutuhkan periode waktu yang spesifik. Misalnya seorang klien butuh intensitas kardio yang dilakukan dalam Waktu 10 menit di pertemuan pertama. Jika dirasa kurang, klien butuh penambahan waktu. Perubahan ini butuh catatan khusus untuk mencapai goal fitness.

Maka penting sekali bagi seorang trainer untuk membuat standar tertentu bagi kliennya. Tanya rencana yang jelas, usaha klien untuk fitness hanya akan menjadi sia-sia. Sebagai trainer, kamu juga akan kehilangan bisnis ini karena programnya dianggap tidak jelas.

4. Tidak mencatat tujuan fitness

Sebagian besar trainer akan memotivasi kliennya untuk menyelesaikan workout sesuai jadwalnya. Namun tak banyak trainer yang memotivasi klien untuk mengubah kebiasaannya di luar gym. Padahal untuk tujuan fitness yang sukses, kebiasaan baik tak hanya pada saat di gym saja.

Trainer perlu membicarakan tantangan fitness yang harus dihadapi klien dan apa saja yang membuat usahanya menjadi sia-sia. Sesi yang satu ini harus dilakukan secara pribadi dengan klien. Dengan begitu trainer tidak akan mempermalukan klien di hadapan orang lain.

Butuh waktu untuk menciptakan kepercayaan klien terhadap seorang klien, begitu juga sebaliknya. Maka ada baiknya baik trainer maupun klien banyak berbincang tentang tujuan fitness. Tidak mencatat hal ini termasuk ke dalam kesalahan saat menjadi personal trainer di gym.

5. Tidak menguasai niche

Berbahaya sekali jika seorang klien mendapatkan trainer yang tidak menguasai nichenya dengan baik. Selain dasar-dasar workout, seorang trainer juga dituntut untuk bisa memotivasi, mampu membuat klien mengubah kebiasaan buruknya, dan bersenang-senang selama fitness.

Seorang trainer yang sukses bisa membuktikannya dengan testimoni, data tertentu, gambar, hingga sertifikasi berdasarkan nichenya. Apabila mereka tak memilikinya, klien bisa mempertanyakan kemampuan trainer. Terlebih jika trainer mematok harga yang tinggi.

Salah satu kesalahan saat menjadi seorang trainer di gym adalah tak mampu membuat klien merasa nyaman saat fitnes. Di gym, trainer tak hanya mengawasi workout namun juga memberikan edukasi kepada klien. Hal ini tak bia diberikan jika trainer tak memiliki ilmu yang cukup.

6. Menekan klien

Kesehatan dan kebugaran klien berada di tangan seorang personal trainer. Kesalahan memilih personal trainer tentunya akan berhubungan dengan hasil fitness. Banyak kasus saat klien ditekan oleh trainer untuk melakukan workout tertentu di luar kapasitas dan kekuatannya.

Seorang yang tengah menjalani program fitness tak bisa langsung menghadapi workout yang serius dan berat. Stamina dan ketahanannya berbeda jauh dengan atlet, terutama jika ia adalah pemula. Trainer perlu menaikkan intensitas fitness secara bertahap sehingga tak membahayakan klien.

7. Tidak memberikan rencana diet

Kesehatan tubuh tak hanya ditentukan oleh workout saja. Asupan makanan juga memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil workout. Sebagai personal trainer, sudah seharusnya memberikan rencana diet yang tepat dan baik untuk klien.

Menentukan rencana diet harus sejalan dengan program yang diambil oleh klien. Misalnya jika mereka ingin memiliki bentuk otot yang baik, maka level protein mereka harus dinaikkan. Sementara untuk menurunkan berat badan, maka atur asupan kalori per harinya.

Bagi seorang trainer, penting sekali untuk menghindari kesalahan saat menjadi personal trainer di gym. Trainer perlu membantu klien untuk meningkatkan kebugarannya dengan pelayanan yang memuaskan. Jika tak memenuhi ekspektasi klien, bukan tidak mungkin jika mereka pindah ke personal trainer lain.

Baca Juga : 6 Kesalahan Cara Memilih Berat Beban Saat Fitness


Posting Komentar untuk "7 Kesalahan Saat Menjadi Personal Trainer di Gym"